Memahami 6 Jenis Selektor di CSS
Selektor di CSS adalah cara untuk memilih elemen HTML tertentu agar dapat diberi gaya. Artikel ini akan menjelaskan 6 jenis selektor utama di CSS, beserta contoh penggunaannya.
1. Selektor Elemen (Element Selector)
Selektor elemen digunakan untuk memilih elemen HTML berdasarkan nama tag-nya. Misalnya, jika Anda ingin memberi gaya pada semua elemen <p>
, gunakan selektor elemen:
p {
color: blue;
font-size: 16px;
}
Contoh:
<p>Ini adalah paragraf.</p>
2. Selektor ID (ID Selector)
Selektor ID digunakan untuk memilih elemen dengan atribut id
tertentu. Selektor ini diawali dengan tanda #
.
#header {
background-color: #f4f4f4;
padding: 10px;
}
Contoh:
<div id="header">Ini adalah header.</div>
3. Selektor Kelas (Class Selector)
Selektor kelas digunakan untuk memilih elemen dengan atribut class
tertentu. Selektor ini diawali dengan tanda .
.
.button {
background-color: #008cba;
color: white;
padding: 10px 20px;
border-radius: 5px;
}
Contoh:
<button class="button">Klik Saya</button>
4. Selektor Universal (Universal Selector)
Selektor universal digunakan untuk memilih semua elemen dalam dokumen. Selektor ini ditulis dengan tanda *
.
* {
margin: 0;
padding: 0;
box-sizing: border-box;
}
Contoh:
<div>Konten</div>
<p>Paragraf</p>
5. Selektor Atribut (Attribute Selector)
Selektor atribut digunakan untuk memilih elemen berdasarkan atribut tertentu. Contoh:
input[type="text"] {
border: 1px solid #ccc;
padding: 5px;
}
Contoh:
<input type="text" placeholder="Masukkan teks">
6. Selektor Grup (Group Selector)
Selektor grup digunakan untuk memberi gaya pada beberapa elemen sekaligus. Elemen-elemen dipisahkan dengan koma (,).
h1, h2, h3 {
color: #333;
font-family: Arial, sans-serif;
}
Contoh:
<h1>Judul 1</h1>
<h2>Judul 2</h2>
Kesimpulan
Dengan memahami jenis-jenis selektor di CSS, Anda dapat memilih elemen HTML secara efisien untuk diberikan gaya. Kombinasikan selektor-selektor ini untuk menciptakan desain web yang kompleks dan menarik.